Ragam
Ritual “Miangkeun Binih Pare” Isi Momentum

Ritual “Miangkeun Binih Pare” Isi Momentum

Oleh | Kamis, 13 Desember 2012 08:10 WIB | 249 Views | Comments

SITURAJA, (PB).-
Mengisi momentum sak­ral 12-12-12 Padepok­an Seni Sunda Mekar Si­tu­raja menggelar ritual bu­hun "Miangkeun Binih Pare", yaitu sebuah simbol dimulainya memasuki musim tanam padi oleh pa­ra petani. Dalam acara itu dipentaskan juga ber­ba­gai rentetan ritual se­perti guar tumpeng dan nge­yong binih oleh para seniman dan budayawan Situraja.
Menurut Panitia, Iwan Gunawan, S.Sn, acara ter­sebut merupakan pengenalan kembali sejarah me­tode menanam padi di za­man dulu, sehingga ma­sya­rakat sekarang bisa mengambil hikmah dan esensinya.
"Nilai filosofis yang ter­kandung dari acara ini be­gitu tinggi, di mana orang tua kita dulu bagaimana me­nanam padi sebagai ke­butuhan pokok dengan cara yang sederhana, na­mun padi dulu bisa tumbuh dengan steril karena tidak menggunakan pu­puk-pupuk modern yang justru bisa berdampak yang tidak bagus bagi ki­ta," terangnya.
Metode yang disampai­kan, dalam acara itu, sambung Iwan, adalah meng­a­jak para petani untuk menanam padi tanpa pu­puk non-organik.
"Dulu petani hanya meng­gunakan pupuk kandang atau daun-daunan," imbuhnya.
Dalam acara itu juga di­sampaikan bagaimana ki­ta memperlakukan padi yang sudah menjadi nasi. Menurut Iwan, nasi yang ber­asal dari padi itu, ha­rus benar-benar dihargai, jangan sampai terbuang sebiji pun.
"Nilainya kita harus be­nar-benar menjaga sesuatu yang berharga, jangan sampai sesuatu yang ber­harga disia-siakan, seperti yang tejadi pada zaman se­karang," ungkapnya.
Digelarnya acara tersebut, menurut tokoh buda­ya Situraja lainnya, Niko Asmara Sukarso, merupakan momentum meng­i­si sakralitas 12-12-12, se­hingga bertepatan dengan itu ada sesuatu yang di­la­kukan oleh masyarakat un­tuk dijadikan titik awal suatu agenda.
"Kita lebih memilih me­ng­adakan ritual dengan tema miangkeun binih pa­re, karena kita sadar bah­wa petani adalah sosok penting dalam kehidup­an," ujarnya.
Dalam pelaksanaanya, kata Niko, para seniman dan budayawan mengemas dalam rangkaian aca­ra budaya, dan ritual itu memang sering dilakukan oleh karuhun kita tempo dulu.
"Semua hasil diskusi, dan momen ini juga me­mang bertepatan dengan tanggal yang bagus, awal yang bagus akan menghasilkan pekerjaan yang bagus," ungkapnya.
Dalam Acara itu hadir ja­jaran Batalyon Infantri (Yonif) 301 Prabu Kian Santang (PKS) yang memberikan ribuan bibit po­hon untuk ditanam oleh pe­tani.
SUMBER:http://www.kabar-priangan.com/news/detail/7341

PangandaranBeach - Berita Ragam Pangandaran
Array





Apa komentar anda tentang Tulisan Ritual “Miangkeun Binih Pare” Isi Momentum?

Ragam Lainnya
Dampak Akibat Hutan Gundul Bagi Kehidupan Manusia dan Hewan
Kamis, 14 April 2016 01:44 WIB
Dampak Akibat Hutan Gundul Bagi Kehidupan Manusia dan Hewan
Dampak buruk dari hutan gundul bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan Dunia. Banyak sekali penyebab hutan menjadi gundul, salah satunya adalah penebangan liar dan kebakaran hutan
Daun kelor ternyata Obat Kuat
Jum'at, 29 Januari 2016 19:23 WIB
Daun kelor ternyata Obat Kuat
Daun kelor sering di jadikan panganan sehari di sop atau sayur di hidangkan panas panas hem memang menyegarkan dengan aroma yang cukup mengugah
HATI MENGGUNAKAN SANDAL,BEREDAR SANDAL BERLAPAZ ALLAH SWT
Selasa, 13 Oktober 2015 14:55 WIB
HATI MENGGUNAKAN SANDAL,BEREDAR SANDAL BERLAPAZ ALLAH SWT
Dia juga mengaku ternyata sandal yang diproduksi muncul lafal Allah yang memicu kontroversi di masyarakat. Diaa juga mengaku tidak ada maksud untuk melakukan pelecehan agama melalui lafal Allah dalam sandal tersebut.
Strategi Kampanye merupakan marketing politik yang harus di utamakan
Jum'at, 25 September 2015 07:56 WIB
Strategi Kampanye merupakan marketing politik yang harus di utamakan
Kampanye politik meru­pakan bagian penting dalam mempromosikan kandidat paslon kampanye merupakan marketing politik. Di samping kampanye resmi juga ada kampanye diam atau terselubung,